FIAT JUSTITIA RUAT COELUM

Senin, 21 Maret 2011

Perjalanan with Power Pop 8-bit, VEGAN

Kali ini aku bercerita tentang pengalamanku tour bersama Vegan, salah satu band di bawah naungan label Aquarius. Beranggotakan empat anak muda dengan tampang yang 'tidak buruk', Firly (vokal & gitar), Rheza (bass & backing vokal), Rama (game boy & programer), dan Jagad (drum) menggebarak belantika musik Indonesia dengan genre unik yang mereka namakan “Power Pop 8-bit”.
Sabtu, 19 Maret 2011 pukul 18.30 WIB aku bergegas menuju Icon  Music Management, kantor Management Vegan, bertemu dengan tretan Ferrel. Posisi Ferrel di Vegan sebagai crew volunteer yang membantu menyiapkan segala peralatan terkait dengan konser Vegan, sebelum dan sesudah konser. Malam itu Vegan akan perform di 7eleven Pondok Indah dalam acara yang di support oleh Global Radio 88,4 FM.

Tepat pukul 19.00 WIB aku, Ferrel, Management Vegan (mbak Ina & mas Dimas), dan Vegan berangkat ke 7eleven Pondok Indah. Setibanya disana, Ferrel dan mas Dimas menyiapkan alat-alat, setel microphone, mixer, dan gitar. Kali ini Vegan tampil secara akustik, membawakan tiga lagu, Berpesta, The Rock Show (Blink 182), dan Hey Monster. 

 
Bertempat di 7eleven, lantai 2, Pukul 20.10 WIB Vegan perform. Diawali dengan Intro ala Vegan, mereka tampil memukau dan dilanjutkan dengan lagu Berpesta. Lagu pertama selesai, Vegan break sejenak dan siaran Global FM kembali mengudara. Maklum aja, kan acara itu di support oleh Global Radio. Next, The Rock Show dinyanyikan oleh Vegan. Lagu dari Blink 182 yang  dibawakan secara akustik, terasa easy listening.

Disela-sela berlangsungnya acara, mas Sigit, Bos Icon Management didampingi Ny. Sigit datang untuk menyaksikan performance artisnya. Lagu kedua selesai, Global FM kembali mengudara. Setelah mengudara, Hey Monster, single pertama Vegan dilantuntan sekaligus menutup acara. Pukul 21.00 perform berakhir.

Selesainya acara, Vegan dan mas Sigit melakukan evaluasi terkait degan penampilannya malam itu. Selesai evaluasi,  kami pun meninggalkan 7eleven dan kembali menuju kantor Icon Management. Pukul 21.30 WIB kami tiba di Icon. 

Tidak berhenti disitu, keesokan harinya Vegan ada jadwal manggung di Sukabumi – Jawa Barat. Segala persiapan dilakukan Ferrel, mempersiapkan mobil, perlengkapan alat-alat musik, dan lain sebagainya yang menunjang kebutuhan konser. Hebat banget deh si Ferrel, gimana engga', kru satu-satunya yang menyiapkan segala keperluan konser Vegan.

Kita ke Sukabumi membawa 2 mobil, APV khusus alat-alat  dan Avanza. Aku berada di mobil Avanza yang di driver-in oleh Ferrel bersama mbak Ina, Rheza, Rama, dan Jagad. Sedangkan Firly bersama mas Acong, kru tambahan, berada di mobil APV.  Sekitar pukul 22.30 WIB kita berangkat dari kantor Icon menuju Sukabumi.

Macet, itulah yang kita alami saat memasuki daerah Ciawi. Saling bercanda menyilimuti suasana mobil demi menghilangkan segala kejenuhan akibat macet. Bayangkan saja mulai pukul 23.45 kita terjebak macet dan Alhamdulilah, Minggu pukul 01.00 WIB dini hari perjalanan  kembali lancar.


Pukul 02.10 WIB rombongan Vegan tiba di Sukabumi dan kami bermalam di rumahnya mbak Ina. Seketika itu kami menurunkan alat-alat. Katanya sih, emang daerahnya kurang aman. Buat jaga-jaga aja biar aman dan gak ada salahnya. Setelah semuanya selesai, wow.. Semuanya pada tertidur pulas. Sepertinya mereka kecapean.

Minggu pagi pukul 09.00 WIB kami semua baru bangun, hahaha. Perjalanan yang melelahkan membuat kami tertidur pulas. Hidangan pagi ala sunda telah tersaji di meja makan, mantap jaya! Duduk bersantai di depan teras sambil menikmati teh hangat disertai perbincangan santai menyelimuti pagi itu, sambil menonton video Suro Vs Boyo, via Smartphone.

Waktu bersantai selesai, keempat awak Vegan bersama rombongan segera mandi. Ya, karena sebelum perform Vegan dijadwalkan ada interview di Gee Radio 92,7 FM, Sukabumi. Hiruk pikuk mewarni rumah mbak Ina. Gimana engga', semua pada terburu-buru dan saling tunggu. Maklum saja, jadwal interview pukul 13.00 WIB dan perjalanan kesana gak deket.

Waktu menunjukkan pukul 12.15 WIB kami berangkat dan tiba di Gee FM pukul 12.50 WIB.  Ternyata jadwal interview yang semula pukul 13.00 WIB diundur menjadi pukul 14.00 WIB. Sambil menunggu interview, kami makan siang di deket studio Gee FM. Oiiah, di deket Gee FM tempat kami makan siang ada kolam renang yang terbuka untuk umum. So, pemandangannya indah banget, hihihi. 


Selesai makan pukul 13.50 WIB, Vegan bergegas menuju studio Gee FM. Pukul 14.00 WIB, Gee FM pun mengudara dan interview dimulai. Alhamdulilah, antusiasme warga Sukabumi terhadap Vegan sangat tinggi. Ini dibuktikan dengan banyaknya penelpon yang masuk ke Gee FM menanyakan seluk beluk band yang beranggotan 4 cowok coll. Wow, luar biasa sekali. Selanjutnya seusai interview, 3 lagu Vegan, Hey Monster, Jadilah Pemenang, dan Lakukan Tuntaskan, diputar untuk menghibur warga Sukabumi dan sekitarnya. Tepat pukul 15.00 WIB interview selesai, kemudian rombongan Vegan menuju venue.

Pukul 15.50 WIB rombangan tiba di venue, daerah Cibatu Sukabumi kemudian kru Vegan segera melakukan ceck sound. Intro yang dilanjutkan dengan lagu Lakukan Tuntaskan, dilantunkan tepat pukul 16.10 WIB. Serentak para penonton berjibun menuju depan panggung. The Rock Show, lagu cover Blink 182, didendangkan dengan irama ala Vegan, Power Pop 8-bit di lagu kedua. Yang ketiga lagu Tak Pernah menyerah, dan Hey Monster menutup konser Vegan tepat pukul 16.50 WIB. 

 
Berakhirnya konser, Vegan beserta Kru mengemas alat-alatnya. Wah, konser Vegan kali ini cukup sukses. Selain antusias penonton, banyak ABG yang minta foto bareng ma mereka. Top abiz deh! Pukul 17.35 WIB, rombongan Vegan menuju rumah EO yang lokasinya berdekatan dengan venue untuk ber-silaturrahmi dan makan bareng. Sungguh jamuan yang luar dari tuan rumah. Bye the way, takjub bener nih waktu masuk area rumahnya, itulah perasaanku saat pertama kali melihat rumahnya. Halaman rumahnya luas dan gede banget rumahnya.

Sambil makan kami dan Syika, Event Orgainezer (EO), berdiskusi ringan. Membicarakan tentang Vegan. Pukul 18.45 WIB kami bersalaman dengan tuan rumah yang menandakan kalo kita udah mau pulang. Walaupun acaranya gak begitu besar dan terletak di perkampungan, namun antusias warga dan jamuan EO sungguh luar biasa sehingga aku dan anak-anak Vegan merasa berkesan dengan acara itu.


Pukul 19. 15 WIB rombongan Vegan kembali ke rumah mbak Ina untuk berkemas-kemas. Tak lama kami disana, pukul 19.33 WIB rombongan melanjutkan perjalanan menuju Scissors Apparel yang lokasinya tak jauh dari rumah mbak Ina. Tiba di Scissors pukul 19.38 WIB, kami pun meninjau produk-produknya. Keren-keren deh pokoknya. Berhubung tanggal tua, aku dan rombangan cuma liat-liat doank, harap maklum, hehehe! Tak lama kami disana, dan pukul 20.00 WIB rombongan meninggalkan Scissors untuk melanjutkan perjalanan pulang menuju Jakarta.



Rheza, bassist Vegan, kala itu yang didulat mendriverin mobil. Sedangkan aku berada di kursi belakang bersam Ferrel. Kursi tengah diisi oleh Rama dan Jagad. Sedangkan mbak Ina berada di depan mendampini Rhesa. Canda ria mengawali perjalan pulang kami menuju Jakarta. Namun candaaan itu tak bertahan lama, karena semua orang yang berada di dalam mobil tertidur. Termasuk aku.  

Sekitar pukul 23.20 WIB kami tiba di kantor Icon. Kru Vegan, menurunkan alat-alat dari mobil untuk ditaruh di kantor. Tepat pukul 23.50 WIB kami meninggalkan kantor Icon dan kisah ini telah berakhir.

Jumat, 18 Maret 2011

DAN DAN Kokoro Hikareteku (OST. Dragon Ball GT)



DAN DAN Kokoro hikarete 'ku
Sono mabushii egao ni
Hatenai yami kara tobidasou Hold my hand

Kimi to deatta toki
Kodomo no koro taisetsu ni omotte ita basho wo omoidashita n' da
Boku to odotte kurenai ka

Hikari to kage no Winding road Ima to demo yatsu ni muchuu na no?
Sukoshi dake furimukitaku naru you na toki mo aru kedo
Ai to yuuki to hokori wo motte Tatakau yo

DAN DAN Kokoro hikarete 'ku
Kono hoshi no kibou no kakera
Kitto dare mo ga eien wo te ni iretai
ZEN ZEN Ki ni shinai furi shite mo
Hora Kimi ni koi shite mo
Hatenai yami kara tobidasou Hold your hand

Okotta kao mo tsukarete 'ru
Kimi mo suki da kedo
Anna ni tobashiikite daijoubu ka na to omou
Boku wa... Nanige nai shigusa ni

Furimawasarete 'ru Sea Side Blue Sore demo aitsu muchuu na no?
Motto kikitai koto ga atta no ni
Futari no kaiwa ga kuruma no oto ni habamarete toorimau yo

DAN DAN Kokoro hikarete 'ku
Jibun demo fushigi nan' da kedo
Nani ka aru to sugu ni kimi ni denwa shitaku naru
ZEN ZEN ki no nai furi shite mo
Kekkyoku kimi no koto dake mite ita
Umi no kanata e tobidasou yo Hold My Hand

Selasa, 15 Maret 2011

Sang Bintang --> #1Spirit


Pengalaman seorang fans yang beruntung, bisa dikatakan juga terlibat langsung dalam proses recording sang idola. Namun kala itu aku tidak datang sebagai fans, melainkan ada kepentingan lain, yaitu wawancara dengan keempat personil J-Rocks untuk materi web j-rocks.co.id (07/03).  


Berangkat pukul 13.00 WIB dari tempat kerjaku, PT. Sagatama Mulia Corporation dan tiba di Gedung Aquarius pukul 13.12 WIB. Namun sang votaris (vocalis dan gitaris), Imanine tak kunjung tiba. Tepat pukul 15.00 WIB datanglah sosok sang idola yang dinanti kurang lebih 1 jam. Kali ini secara personal Iman take vocal. Persiapan dimulai oleh Iman sebelum melakukan take vokal, seperti mempersiapkan teks lagu, cek mick, headphone, dan segala peralatan yang dibutuhkan selama take vocal berlangsung. Setelah semuanya selasai, dimulailah take vocal pukul 15.30 WIB.

Unik, menarik, heran, kagum, dan fantastik. Itulah perasaan yang aku rasakan kala memasuki studio rekaman Aquarius. Dan ternyata studio tersebut merupakan studio terbesar se-Indonesia bahkan se-Asia Tenggara, begitu penuturan Iman.

Ini merupakan take vocal bagi Iman untuk lagu Bintangku (J-Rockstars). Lagu yang didedikasikan J-Rocks kepada personil kelimanya, J-Rockstars. Mengapa hanya Iman ? Karena ketiganya, Wima, Sony, dan Anton sudah menyelesaikan take-nya masing-masing. Sebagai catatan, ini kali pertama aku degerin lagu Bintangku. Sambil memperhatikan dan menyimak Iman, aku sempatkan untuk menulis lirik lagu tersebut. Dan setelah aku pahami lirik-nya, perasaanku mengatakan kalau ini lagu syarat dengan makna Satu Spirit (1Spirit), yel-yel yang sering dikumandangkan oleh J-Rockstars, yakni semangat untuk menggapai mimpi


Pukul 16.30 WIB take vocal pun selesai. Selanjutnya Iman mendengarkan hasil take vocal-nya bersama sound enginer dari Aquarius untuk selanjutnya menganalisis bagian mana dari lagu tersebut yang dirasa enak dan cocok dengan gaya vocal Iman.

Next, pukul 16.50 WIB take vocal berlanjut. Kali ini take vocal untuk lagu 'xXx' (dirahasiakan). Pertama kali denger lagunya, keren banget musik dan liriknya. Kesimpulannya easy listening banget ni lagu.

Disela-sela Iman melakukan take vocal, datanglah Anton. Tak lama kemudian, menyusul di belakangnya Sony dengan mengenakan kaos Livepool, tim sepakbola kebanggaan gitaris J-Rocks yang satu. Mereka berdua menyaksikan dan mengamati ke arah monitor sambil menatap ke Iman.  


Sekitar pukul 17.30 WIB take vocal untuk lagu 'xXx' berakhir. Selanjutnya, Iman, Anton, dan Sony, beserta sound enginer mendengarkan hasil take tersebut. Disela mendengarkan hasil take, jam 17.45 Wima datang dan langsung bergabung dengan yang lainnya untuk berpartisipasi menyimak lagu 'xXx'. Suasana akrab menyilimuti studio Aquarius, sambil duduk tenang dan ada juga yang berdiri keempat personel J-Rocks berbincang-bincang mengalisis lagu tersebut. 

Ternyata gini ya bikin lagu. Itulah perasaan yang ada di dalam hatiku. Memang tidak mudah membuat lagu, mulai dari bikin lirik, dilanjutkan dengan bikin musiknya, bisa juga sebaliknya (lagu kemudian lirik) kemudian dilanjutkan pada proses recording. Pokoknya ribet deh, memakan waktu, memeras otak, dan menguras stamina. 


Tepat pukul 17.50 WIB keempat personil J-Rocks mendengarkan lagu Bintangku dan 'xXx' untuk disimak lebih dalam, mengintip kekurangan dari kedua lagu tersebut. Yang pastinya kedua lagu tersebut diputer secara berulang-ulang, hingga telinga ini semakin familiar dengan lagu itu. Lagu Bintangku cenderung nge-bit dan 'xXx' berkarakter have fun, mirip lagu Ceria, itulah kesimpulan yang aku dapatkan. 

Semenjak Anton, Sony, dan Wima datang banyak solusi yang ditawarkan kepada Iman dalam mengolah vocal di kedua lagu, Bintangku dan 'xXx'. Kompak banget deh keempat personil J-Rocks dalam menyelesaikan masalah yang ada dalam proses take vocal kali ini. Semuanya masalah dapat dipecahkan dengan tenang.

Selesai Iman take vokal, pukul 18.15 WIB giliran Wima melakukan take vocal juga untuk mengisi backing vokal di lagu Bintangku.

Sekitar pukul 18.30 WIB istirahat aku lakukan dengan makan soto kudus di warung sebelah gedung Aquarius bersama Iman, Sony, dan Anton. Sedangkan Wima masih take backing vokal. Sang Manager, Fajar juga hadir malam itu untuk melihat kondisi recording Artisnya. Selesai makan tepat pukul 19.00 WIB, Wima, Sony, Anton, dan Fajar serentak melakukan take backing vocal menerikkan ''J-ROCK-STAR'' sebanyak tiga kali secara berurutan. 
 

Selesai take backing vocal, J-Rocks dan sang Manager beserta sound enginer Aquarius mengamati secara keseluruhan dari lagu yang di record hari itu  (07/03). Semua terdiam, mata terbenam, dan kepala merunduk memperhatikan hasil record. Setelah dua lagu diputar, timbullah diskusi diantara mereka untuk mengkritiki hasil recordnya. Intinya dari J-Rocks masih belum berani mengambil keputusan karena sang Produser, Pay tidak berada di Studio pada saat take vocal.


Sungguh pengalaman yang mengesankan!

(???)



Tengah malam (14/03) 
Dikeheningan malam melamun di ruang kerja...
Hanya menatap satu arah, layar netbook
Tempat aku menulis kisah ini…

Entah apa yang aku pikirkan malam ini
Tak ada keinginan apa pun dalam hati 
Pikiran yang tenang diiringi lantunan lagu mellow
Membuat ku semakin terhanyut dalam kesunyian malam…

Ya, mungkin ini kebiasaan ku sejak jaman doeloe
Jaman SMA di tahun 2005, insomnia!
Walau pun begitu... 
Setiap detik yang kulalui selalu terasa indah

Ku coba membayangkan sesosok wanita
Wanita yang membawa kepastian dalam hidup ku
Berfikir sejenak, berbicara dengan hati ini
Bertanya, seberapa penting wanita itu buat aku ?

Ehm, tidak terlalu lama untuk memutuskannya
Konsisten, itulah kuncinya…



Kamis, 24 Februari 2011

Law in Action!!!

Seorang J-Rockstars harus taat hukum, bahkan semua orang pun harus taat hukum. Bagaimana tidak, tanpa hukum apa jadinya bangsa ini. Tidak bisa dibayangkan pastinya! dan inilah tulisan pertamaku  di blog "1Spirit In The World" yang membahas dan mengomentari tentang hukum di negara yang kita cintai, Indonesia.

Pertama-tama kita definisikan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan hukum. Secara singkat, penulis bekesimpulan bahwa hukum adalah peraturan yang dibuat oleh pihak yang berwenang, bersifat mengikat, dan harus ditaati (memaksa) oleh manusia, serta ada sanki bagi pelanggarnya. Kurang lebih itulah definisi hukum yang 'easy listening'. Contohnya adalah ketika ada seseorang yang melakukan tindak pidana pencurian. Landasan yuridis (dasar hukum) dari tindak pidana tersebut adalah pasal 362 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) yang berbunyi : "Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah".

Setiap negara pasti mempunyai legal standing, begitu pun dengan negara Indonesia. Di dalam Undang-undang Dasar 1945 (UUD '45) pasal 1 ayat 3 berbunyi, "Negara Indonesia adalah negara hukum". kira-kira udah paham kan maksudnya! Selanjutnya bagaimana kita (manusia) sebagai objek hukum mentaati hukum yang berlaku saat ini (ius konstitutum) ? Tentunya jawaban bervariatf sekali, jawaban penulis disini adalah dengan KESADARAN. Secara harfi'ah, kesadaran adalah hal yang dirasakan atau dialami oleh seseorang. So, rasakanlah hukum di diri kita pribadi.

Mengamati hukum di Indonesia, sama halnya dengan mengamati diri kita sendiri. Artinya, segala sesuatu harus diawali dari diri sendiri. Faktanya adalah melanggar traffic light (lampu lalu lintas). Banyak yang mengatakan bahwa menerobos lampu merah adalah pelanggaran.Tapi bagaimana jika di perempatan jalan yang terdapat trafic light yang tidak dijaga oleh Polisi dan/atau dalam kedaan sepi ? Penulis rasa yang taat hukum udah pasti tau jawabannya!!!

Hukum yang baik adalah hukum yang lahir akan adanya kebutuhan manusia. Maksudnya hukum itu harus mempunyai tujuan yang baik, yang mengakomodir kepentingan masyarakat bukan kepentingan penguasa (politis). Menurut Prof. Mr. Dr. LJ. van Apeldoorn : Tujuan hukum adalah mengatur hubungan antara sesama manusia secara damai. Hukum menghendaki perdamaian antara sesama.  Dengan menimbang kepentingan yang bertentangan secara teliti dan seimbang.  Secara singkat tujuan hukum meliputi : keadilan, kepastian, dan kemanfaatan. Dalam istilah hukum, kalimat tersebut dinamakan das sollen (hukum yang dicita-citakan). 

Yah, hukum pun punya cita-cita.  Sama halnya dengan manusia dan manusia-lah yang merealisasikan cita-cita hukum.  Namun dalam praktek di lapangan, kita sering kali menemui pelanggaran hukum. Inilah yang diistilahkan dengan das sein (kenyataan dari pada hukum). Hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya sesuai yang telah diamanahkan. Apa pun alasannya yang tahu dan mengerti hukum udah seyogyanya untuk mentaatinya. Jangan ber-apologize dan mengatakan "hukum ada karena untuk dilanggar". Karena perkataan itu hanya keluar dari mulut orang yang tidak berpendidikan.

"Walaupun langit runtuh, hukum harus tetap ditegakkan"
FIAT JUSTITIA RUAT COELUM

Senin, 21 Februari 2011

Pandangan Pertama di Layar Kaca

Peran music dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting sekali. Dengan music setiap orang bisa berimajenasi. Disitulah salah satu peranan music, menghibur bagi pendengarnya.

Setiap orang pasti punya jenis lagu, penyanyi, dan band favorit. Begitu pun dengan saya. Tanpa kesengajaan mengenal J-Rocks, band asal Jakarta yang saya kenal sejak tahun 2005. Awalnya saya tidak mengetahui kalau band tersebut adalah juara dari ajang kompetisi band di acara “Nescafe Get Started” (2004), dan info tersebut saya dapatkan langsung dari sahabat saya yang menyaksikan langsung acara tersebut di televisi.

Dari sahabat saya itulah awal mula saya mengenal J-Rocks. Singkat cerita gara-gara dia minta di copy-in lagu Berharap Kau Kembali. Maklum saja dia lagi patah hati dan pengin balikan lagi dengan pacarnya. Sejak saat itulah, lambat laun saya menyukai juga lagu Berharap Kau Kembali. Karena tidak pernah sekali pun melihat J-Rocks, kemudian dari dalam hati timbul pertanyaan, “seperti apa band tersebut?”. Lalu dijelaskan lah oleh dia, kalau J-Rocks itu merupakan band yang mengusung genre Jepanese Rock. Jadi tambah bingung saya mendengar penjelasannya, mungkin karena saya bukan anak band yang mengerti aliran music.

Tanpa disangka saat kami berdua sedang santai di rumah menyaksikan tayangan kuis (nama kuisnya lupa) di TPI (sekarang menjadi MNC) muncul lah J-Rocks sebagai bintang tamunya dan menyanyikan lagu Lepaskan Diriku. Dari situ lah saya ‘jatuh cinta’ kepada J-Rocks, baik dari style dan karakter bermusiknya. Awalnya sich kaget waktu pertama kali melihat J-Rocks dengan penampilan yang ‘aneh’, style yang dinamakan “Harajuku”. Pada intinya dari style tersebut saya menyukai J-Rocks, kemudian musiknya.

Tidak berhenti disitu, selanjutnya saya melakukan ‘investigasi’ di Internet untuk mengetahui lebih dalam tentang J-Rocks. Di Internet itulah saya mendapatkan banyak info, mulai dari artikel, foto, dan video. Senang banget rasanya pada waktu itu. Kemudian (saat itu) saya memutuskan untuk menjadikan J-Rocks sebagai band favorit saya dan itu berlaku sampai sekarang, juga untuk selamanya.

Ditulis oleh: Jrs.Dhanys 

Selasa, 01 Februari 2011

Menggapai Mimpi... 1Spirit

Tidak ada keinginan, namun semua terjadi begitu saja...


Berbekal selembar tiket kereta api tujuan Pasar Turi (Sby)-Pasar Senen (Jkt), dari Surabaya (29/10/10) berangkat pukul 17.00 WIB dan tiba di Jakarta pukul 07.00 WIB (30/10/10).


Sesampainya di Jakarta, langsung menuju Gedung PP Muhammadiyah di Menteng untuk menemui tretan Afif Rosadiansyah dan istirahat sejenak. Ternyata istiratnya tidak begitu nyenyak, cuma tidur 2 jam aja... hufftttt

Setelah istirahat, langsung menuju Senayan untuk liat konsernya J-Rocks (event Pro Mild) dan ketemuan ama Bapak J-Rockstars Indonesia, bang Boy. Begitu aku akrab menyapanya...


Perkenalan yang tidak sengaja, sampai-sampai aku begitu akrab dengan beliau. Karena beliau lah sampai sekarang aku bisa bertahan hidup di kota ini (Jakarta). Selesai konser, bersama Kru J-Rocks aku pun menuju kantor Icon (J-Rocks Management) di Pondok Pinang - Jaksel serta bermalam disana. Maklum lah, besok aku ada test CPNS Komisi Yudisial RI.


Nah, ini dia alasan utama mengapa aku pergi ke Jakarta, test CPNS Komisi Yudisial RI (31/10/10)...!!!!!
Dan, Allah SWT berkehendak lain.. T_T
Its okey, dan aku percaya bahwa segala sesuatu itu pasti ada hikmahnya.

Perjalanan di Jakarta masih berlanjut. hari itu (31/10/10) aku pun langsung menuju Depok, bersilaturrahmi dengan mas Uconk. Orang yang aku kenal dari bang Boy. Dan malam itu aku bermalam di rumahnya. Keesokan harinya (01/11/10) perjalanan masih berlanjut. Nginep di rumahnya Bapak J-Rockstars Indonesia dan aku J-Rockstars satu-satunya yang pernah maen dan nginep disana. Sungguh mengesankan begitu aku tiba di rumah beliau. Pokoknya serasa hidup di luar negeri... hihihihihih

Tidak berhenti disitu (02/11/10), perjalananku di Jakarta masih panjang. Bak nasib seorang perantau yang 'hinggap' kesana-sini. Selanjutnya menemui treran yang lain. Tretan seperjuangan waktu nonton konser J-Rocks di Jawa Timur. Dialah Ferrel Hunowu, tinggal di Jatiwaringin-Jaktim.


Wach, waktu tinggal ama tretan Ferrel serasa berada di Madura aja. Gimana enggak, 1 rumah isinya orang Madura semua... HahahahHhhh!!!! Keesokan harinya, Rabu (03/11/10) bersama Ferrel jalan-jalan ke IKJ menemui tretan Rama dan tretan Rheza.


Yang ini, aku lagi 'terdampar' di IKJ. Lagi nunggu si Rama dan Rheza yang lagi kuliah. Capek banget dech waktu itu... Tapi yang pasti seneng banget. Kan aku bertemu tretan-tretan Bangkalan, kebersamaan-lah yang membuat suasana semakin nyaman.

Alhamdulillah, akhirnya hikmah itu datang juga... Thx God :)
Belabuhlah aku Sagatama... sampe' sekarang!!!



Disinilah aku merasa di 'tempa'. Banyak hikmah yang aku dapatkan di kantor ini, mulai dari hal yang kecil sampai hal yang besar. Bahkan pelajaran agama pun aku dapatkan disini. Sunggu pengalaman yang luar biasa. Selalu bersyukur dan optimis, 2 (dua) hal itulah yang membuat aku bisa bertahan sampai sekarang.

Special thansk to: mas Navyk 

"Tak ada yang tak mungkin bila kau yakini pasti kau dapati" 1Spirit